Prinsip dasar peleburan besi

Besi adalah salah satu logam yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan luas penggunaannya dewasa ini selain emas dan perak atau tembaga. Besi digunakan untuk membuat peralatan seperti pisau, parang/golok, cangkul, sekop, palu bahkan sampai dengan motor, mobil dan pesawat. Penggunaan besi terus meningkat dengan peningkatan 2% setiap tahunnya. Di dalam industri kecil dalam masyarakat kita besi masih diolah dengan cara menempa lempengan hasil peleburan, hanya industri besar yang mengolah bijih besi dengan peleburan. Dalam artikel ini saya akan coba menjelaskan prinsip dasar pengolahan bijih besi dengan cara peleburan yang dapat diaplikasikan kepada industri kecil-menengah.

Bagaimana caranya mendapatkan bijih besi?
Bijih besi terkandung dalam kerak bumi atau di dalam tanah dan ada pula yang terkandung di dalam pasir sungai. Kita dapat melakukan ujicoba sederhana untuk menguji apakah benar ada kandungan bijih besi di dalam pasir. Untuk itu ambillah sebuah magnet kemudian gosokkan ke pasir anda akan melihat bijih besi yang berwarna kehitaman melekat pada magnet. Untuk lebih jelas tonton video berikut ini:

Ujicoba untuk mengetahui adanya kandungan bijih besi dalam pasir

Ujicoba ini hanya untuk menguji ada tidaknya kandungan bijih besi dalam pasir tetapi tidak dapat digunakan untuk menambang bijih besi karena ujicoba seperti ini hanya mendapatkan sedikit sekali bijih besi.

Lalu bagaimana caranya mendapatkan atau menambang bijih besi. Bijih besi yang di dalam tanah ditambang dengan penggalian dan diperoleh bongkahan bijih besi bercampur dengan mineral lainnya, bijih besi seperti ini berwarna metalik (lihat foto bongkahan bijih besi di atas) dan telah siap untuk dilebur, mineral- mineral lainnya akan menjadi buih dan hilang atau habis dengan peleburan. Sedangkan bijih besi yang terkandung di dalam pasir sungai harus dipisahkan/diekstrak terlebih dahulu dari pasir dengan cara di dulang seperti mendulang emas, baru kemudian siap untuk dilebur. Selain dengan cara didulang ada cara lainnya yaitu pasir dibakar dalam bak di atas tungku pembakaran sampai bijih besi melebur dan terkumpul menjadi satu, tetapi dengan cara ini kualitas bijih besi menjadi berkurang kemudian bijih besi ini dilebur kembali untuk membuat peralatan.

Prinsip dasar peleburan bijih besi adalah besi dilebur dengan api yang ditiup atau dipompa secara manual atau dengan mesin. Bahan bakarnya bisa berupa kayu bakar atau bahan bakar gas. Prinsip dasarnya bijih yang sudah didapatkan dengan cara didulang atau ditambang dimasukkan kedalam wadah/mangkuk yang terbuat dari tanah liat/tembikar atau keramik. 
Api terus-menerus ditiup atau dipompakan dengan pompa manual seperti gambar di atas terbuat dari pipa paralon kemudian di alirkan lewat pipa besi ke bawah tungku/kayu bakar atau dapat pula menggunakan mesin kompresor sampai suhu api mencapai titik lebur besi yaitu 1375°C-1500°C. Untuk melebur besi diperlukan 8 pompa dari pipa paralon yang di empat penjuru sekitar tungku. Dalam peleburan bijih besi ini dibutuhkan paling tidak lima orang pekerja. Dalam proses peniupan ini terjadi proses oksidasi yang mengakibatkan suhu api meningkat sampai ke suhu tinggi yang dapat meleburkan besi. Sebagai tambahan titik lebur besi adalah yang paling tinggi diantara semua logam yang ada di bumi kecuali tungsten. Jadi prinsip dasar ini dapat digunakan untuk melebur logam-logam yang lain seperti emas, perak dan tembaga.

Prinsip dasar peleburan besi ini telah diterapkan di desa Limpok, Aceh Besar, dekat kota Banda Aceh, dan telah berhasil melebur besi dan tembaga untuk di buat berbagai macam peralatan.

Demikian penjelasan prinsip dasar peleburan besi secara tradisional, semoga bermanfaat.

Tips:
1. Untuk bahan bakar kayu bakar bisa digantikan dengan gas dengan sedikit modifikasi.
2. Kalau yang di lebur besi bekas harus dipotong-potong terlebih dahulu agar berukuran kecil.
3. Pompa dari pipa paralon bisa digantikan dengan pompa yang terbuat dari kulit.
4. Cetakan untuk membuat peralatan dapat di buat dari tanah liat.
5. Karena dalam peleburan kita berurusan dengan api dan leburan logam maka sebaik-baiknya memperhatikan aspek keamanan atau keselamatan kerja. Seperti memakai sepatu kerja dan sarung tangan tahan panas.
6. Untuk cetakan permanen atau dapat digunakan ulang dibuat dari besi dan di lapisi dengan lapisan tembaga.
7. Peleburan besi dengan cara yang dijelaskan dalam artikel ini dapat melebur 4 kg besi dalam sekali peleburan.
8. Penggunaan kompresor untuk menggantikan pompa menurut perhitungan seharihari.site tidak realiable karena dibutuhkan empat buah kompresor yang menggunakan bahan bakar minyak solar. Penggunaan kompresor cocok untuk melebur alumunium karena hanya membutuhkan satu buah kompresor.
9. Padamkan api setelah proses peleburan selesai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts