🏇 Kuda

Berpergian adalah kebiasaan manusia sejak zaman prasejarah, mulanya manusia hanya berpergian dengan berjalan kaki dan itu harus dilakoni dengan susah payah, apalagi kalau ada barang-barang yang di bawa seperti pakaian, peralatan makan atau barang dagangan.
         Kuda di pegunungan Bromo

Periode ini kemudian di ikuti dengan masa manusia mulai menggunakan hewan sebagai kendaraan yang dapat mengantarkan manusia ke tempat yang jauh tanpa harus bersusah payah. Hewan-hewan ternak dipelihara dan di latih agar dapat dikendarai, seperti lembu, unta, keledai, 🐫 dan 🏇.

Kuda dapat dilatih sampai dengan delapan perintah yaitu perintah untuk mulai berjalan, berhenti, berlari cepat, berlari sedang, berjalan lambat, menikung ke kanan, ke kiri, dan duduk.

Dari beberapa hewan ternak yang dijadikan sebagai kendaraan yang telah di sebut di atas kuda menjadi pilihan utama, hal ini karena selain jumlahnya yang banyak dari segi fisik kuda lebih kuat dan lebih cepat larinya.

Dewasa ini di dunia terdapat berbagai ras kuda sesuai dengan daerah asal kuda.  Dan sebagai tambahan tidak ditemukan kuda di alam liar. Sebagai contoh di Indonesia ada kuda Gayo, kuda di pegunungan Dieng, kuda di Magelang/Jawa tengah, kuda di Bali, kuda di NTB, kuda ras Sumbar dan lain sebagainya. Sementara di daerah lain ada kuda ras lain seperti ras Amerika, ras Eropa, ras Australia, ras Arab, ras China, ras Mongolia dan lain sebagainya. Sementara beberapa ras yang lain tidak dijumpai lagi atau bisa dikatakan telah punah disebabkan semakin berkurangnya pemanfaatan kuda sebagai kendaraan dikalahkan oleh kepraktisan sepeda pada awal-awal abad ke-18.
              Kuda ras Arab

Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini pemanfaatan kuda sebagai moda transportasi atau kendaraan sudah tidak umum lagi telah digantikan oleh kendaraan bermotor seperti sepeda motor atau mobil.

Walaupun perkembangan teknologi dewasa ini telah berhasil mengembangkan moda transportasi yang baru seperti pesawat penumpang yang dapat mengangkut banyak orang dan juga barang-barang namun hal ini tidak menurunkan animo orang-orang dibeberapa daerah untuk tetap memelihara kuda. Kuda ras tertentu tetap dipelihara di beberapa daerah seperti telah disebutkan di atas dan tidak punah sampai sekarang.

Kuda tidak lazim lagi di lihat berlari di jalan tetapi kuda ras tertentu masih bisa di lihat berlari dalam pacuan kuda seperti kuda pacu di dataran tinggi Gayo atau pacuan kuda di Sumbar dan di daerah lainnya di Indonesia. Kuda di zaman sekarang juga digunakan untuk wisata seperti delman di Jogja dan Magelang dan juga dijadikan untuk wisata di pegunungan Bromo, di Bali dan di Bima.
           Pacuan kuda di Indonesia

Beberapa negara menggunakan kuda untuk menjaga keamanan seperti digunakan oleh pihak kepolisian untuk berpatroli dan menjaga kerumunan massa bila terjadi demonstrasi.
         Polisi berpatroli dengan kuda

Demikian artikel tentang kuda, semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts